Beberapa orang bertanya, “Jadi anakmu nggak sekolah ya?” Aku menganggukkan kepala lalu menjelaskan pelan-pelan, “Iya, tapi bukan karena kami anti sekolah. Justru karena kami senang belajar makanya kami memilih unschooling.” Meski kadang mereka masih memandang kami kasihan, seolah kami tak mampu membayar uang sekolah untuk anak kami.
Buatku, unschooling bukan tentang menghindari bangku sekolah. Bukan pula sekadar “belajar di rumah”. Lebih dalam dari itu, ini tentang memercayai anak. Tentang memberi ruang untuk rasa ingin tahunya tumbuh, tanpa terburu-buru.
.png)
.png)
