Kamis, 10 Juli 2025

Sehari Jadi Peternak Cilik

Di balik suara ayam berkokok dan riuh setiap pagi, ada tangan-tangan mungil di rumah yang penasaran banget tentang dunia peternakan. Akhir tahun lalu, kami mengunjungi peternakan ayam di daerah Sleman, karena suamiku ada rencana untuk pelihara ayam skala kecil untuk konsumsi pribadi. Ternyata kami sebutuh itu dengan telur ayam, Seminggu habis 2 kg sendiri. Tapi memang menurut beberapa penelitian telur ayam ini sumber protein yang baik, dan harganya cukup terjangkau. Makanya suamiku punya ide untuk perlihara ayam sendiri.



Waktu diajak survei, tentulah anak-anak senang dengan suara ayam, Iona paling suka ngejar ayam kecil. Kalau Aika lebih suka eksplorasi kandang ayam, lompat kesana kemari. Sebelum Pemilik peternakan sebel karena ayamnya nampak ketakutan, aku angkut anak-anak ke luar kandang, dan bermain di halaman depan bersama ayam kecil.

Seolah semesta ikut tersenyum melihat antusias mereka, sebuah cuplikan video muncul di layar ponselku: “Little Farm at Pakuwon Mall” lengkap dengan gambar anak-anak memberi makan domba dan ayam. Rasanya seperti ajakan langsung dari alam, membisikkan, “Ayo, lanjutkan petualangan kecil ini.” Yang paling bikin Aika terkesan adalah setiap titik ada challenge dan jika kita mengumpulkan stiker bisa ditukarkan dengan hadiah.

Tanpa banyak pikir, kami atur waktu.Seperti dugaanku anak-anak langsung tenggelam dalam kegembiraan. Mereka memberi makan ayam dengan tangan mereka sendiri. Menyentuh bulu domba yang kasar tapi hangat.


Iona berinteraksi dengan ayam


Aika berinteraksi dengan domba merino


Aika menanam kangkung


Aika memerah susu sapi


Aika berinteraksi dengan ayam


Iona belajar menyendok jagung

Bertanya, menebak, dan tertawa, semua dengan mata yang berbinar. Hari itu, aku tidak hanya melihat anak-anak bermain. Aku melihat mereka tumbuh. Karena ternyata, belajar tak selalu datang dari halaman buku. Kadang datang dari kaki kecil yang berlari di antara jerami. Dari tangan yang gemetar saat pertama kali memegang ayam. Dari keberanian yang pelan-pelan tumbuh, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Aika dan Iona tampak senang menikmati pengalaman baru ini, dan pulang membaca hadiah kecil karena berhasil menuntaskan challenges. Liburan kali ini kalian berencana ke mana dan akan berkegiatan apa aja nih? Selanjutnya kami akan mencoba camping jika cuaca sudah agak membaik, prediksi kemarau basah benar-benar seperti perangkap baru buat kami.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top