Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2025

Maria Montessori: Perempuan yang Memilih Jalan yang Tak Mudah

Maria Montessori dikenal dunia sebagai pelopor pendidikan anak yang menempatkan kemandirian, rasa ingin tahu, dan penghargaan terhadap potensi setiap anak sebagai dasar pembelajaran. Namun, di balik gagasannya yang revolusioner, ada kisah pribadi yang tak kalah menggetarkan hati, kisah tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian mengambil keputusan di luar arus zaman.

Rabu, 12 November 2025

Review Buku: Good Inside

Beberapa waktu lalu aku mulai membaca buku Good Inside karya Dr. Becky Kennedy, dan bahkan baru di bab-bab awal saja, rasanya seperti petir di siang bolong. Buku ini sering banget diskon 50% di marketplace, dan aku bersyukur akhirnya memutuskan untuk beli.

Dr. Becky membuka pandangan dengan satu kalimat yang terasa sederhana, tapi benar-benar mengubah cara berpikirku sebagai orang tua: ketika anak melakukan hal yang tidak semestinya, kita punya dua pilihan perspektif:

“Apakah anakku memang nakal, atau anakku sebenarnya baik, hanya sedang kesulitan.”

Minggu, 02 November 2025

Review Buku: Aku Mendengarmu

Ada satu momen yang mungkin pernah dialami banyak ibu: anak bercerita sambil menangis, tapi mulut kita lebih cepat dari telinga. Kita sibuk menjelaskan. Memberi nasihat. Mencari solusi. Kadang malah menyalahkan. Padahal, sebenarnya dia cuma ingin didengar. Itu juga yang bikin aku berhenti di buku Aku Mendengarmu karya Michael S. Sorensen. Bukan buku tebal, tapi dampaknya luar biasa. Ia bicara tentang satu hal yang tidak diperhatikan banyak orang: kekuatan validasi.

Jumat, 10 Mei 2024

Harga Mahal Perjuangan Literasi

Saat ini pendidikan di Indonesia kembali berfokus pada literasi, numerasi dan sains. Semacam siklus yang kembali lagi dari awal. Dulu ibuku selalu cerita kalau di sekolahnya mempelajari 3 pelajaran itu, di sekitar awal tahun 1950an. Karena memang fondasi awal menjadi pembelajar sepanjang hayat dari ketiga dasar tersebut.


Di zamanku masuk SD sekitar tahun 1990an, materi yang diajarkan cukup banyak. Mulai dari PPKN, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dsb. Kurikulum memang mengalami banyak perubahan lintas dekade. Tapi syukurnya sekarang pembelajaran kembali disederhanakan lewat literasi, numerasi dan sains.
Back to Top