Ada satu momen yang mungkin pernah dialami banyak ibu: anak bercerita sambil menangis, tapi mulut kita lebih cepat dari telinga. Kita sibuk menjelaskan. Memberi nasihat. Mencari solusi. Kadang malah menyalahkan. Padahal, sebenarnya dia cuma ingin didengar. Itu juga yang bikin aku berhenti di buku Aku Mendengarmu karya Michael S. Sorensen. Bukan buku tebal, tapi dampaknya luar biasa. Ia bicara tentang satu hal yang tidak diperhatikan banyak orang: kekuatan validasi.
Minggu, 02 November 2025
Kamis, 02 Oktober 2025
Merasa Cukup
Seperti tahun tahun sebelumnya, aku ditugaskan kembali ke Jakarta untuk mendukung kegiatan Let's Read di event Indonesia International Book Fair 2025. Ini juga jadi agenda tahunan keluargaku pergi ke Jakarta. Yang kelas kami nggak akan ke Jakarta kalo nggak karena event ini. Padahal banyak sekali hal yang bisa dieksplorasi di Jakarta. Kota yang tak pernah istirahat, semuanya serba cepat dan sibuk.
Sabtu, 12 Juli 2025
Kenapa Aku Memilih Unschooling
Beberapa orang bertanya, “Jadi anakmu nggak sekolah ya?” Aku menganggukkan kepala lalu menjelaskan pelan-pelan, “Iya, tapi bukan karena kami anti sekolah. Justru karena kami senang belajar makanya kami memilih unschooling.” Meski kadang mereka masih memandang kami kasihan, seolah kami tak mampu membayar uang sekolah untuk anak kami.
Buatku, unschooling bukan tentang menghindari bangku sekolah. Bukan pula sekadar “belajar di rumah”. Lebih dalam dari itu, ini tentang memercayai anak. Tentang memberi ruang untuk rasa ingin tahunya tumbuh, tanpa terburu-buru.
Kamis, 10 Juli 2025
Sehari Jadi Peternak Cilik
Di balik suara ayam berkokok dan riuh setiap pagi, ada tangan-tangan mungil di rumah yang penasaran banget tentang dunia peternakan. Akhir tahun lalu, kami mengunjungi peternakan ayam di daerah Sleman, karena suamiku ada rencana untuk pelihara ayam skala kecil untuk konsumsi pribadi. Ternyata kami sebutuh itu dengan telur ayam, Seminggu habis 2 kg sendiri. Tapi memang menurut beberapa penelitian telur ayam ini sumber protein yang baik, dan harganya cukup terjangkau. Makanya suamiku punya ide untuk perlihara ayam sendiri.
Waktu diajak survei, tentulah anak-anak senang dengan suara ayam, Iona paling suka ngejar ayam kecil. Kalau Aika lebih suka eksplorasi kandang ayam, lompat kesana kemari. Sebelum Pemilik peternakan sebel karena ayamnya nampak ketakutan, aku angkut anak-anak ke luar kandang, dan bermain di halaman depan bersama ayam kecil.
.png)
.png)


